Minggu, 19 April 2020

HIPOTESIS PENELITIAN

DEFINISI HIPOTESA


  • Trealease (1960): suatu keterangan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati
  • Good dan Scates: sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan dan diterima untuk sementara, yang dapat menerangkan fakta-fakta atau kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah penelitian selanjutnya.
  • Kerlinger (1973): pernyataan yang bersifat dugaan/terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.  


KEGUNAAN, CIRI dan JENIS 
Kegunaan Hipotesa

  • Memberikan batasan serta memperkecil jangkauan dan kerja penelitian
  • Mempersiapkan peneliti pada kondisi fakta dan hubungan antarfakta, yang kadang-kadang hilang dari perhatian peneliti
  • Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh
  • Sebagai panduan dalam pengujian dan penyesuaian dengan fakta dan antarfakta



Ciri Hipotesa
Ciri Hipotesa:
  1. Hipotesa harus menyatakan hubungan
  2. Hipotesa harus sesuai dengan fakta
  3. Hipotesa harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dan tumbuh dengan ilmu pengetahuan
  4. Hipotesa harus dapat diuji
  5. Hipotesa harus sederhana
  6. Hipotesa harus bisa menerangkan fakta

Jenis Hipotesa

  1. Hipotesa tentang perbedaan vs hubungan
  2. Hipotesa kerja vs hipotesa nul
  3. Hipotesa common sense dan ideal


Dasar Hipotesis

  • Perumusan hipotesis didasarkan pada rumusan masalah dan tujuan penelitian
  • Asal: bahasa Yunani: Hypo – kurang dari Thesis : pendapat atau teori

Jadi hipotesis:

  • suatu kesimpulan yang masih diuji kebenarannya
  • Jawaban masalah yang bersifat sementara, yang mungkin benar atau salah


Definisi Hipotesis
       

  1. Hipotesis (Manasse Malo, 1985: 56):


  • Kesimpulan pertama atau proposisi tentatif tentang hubungan antara dua peubah (variable) atau lebih
  • Proposisi yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat diuji dan meramalkan suatu hubungan tertentu antara dua peubah (variable)‏

        Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis

Penyusunan Hipotesis

Harus diperhatikan:

  1. Menggambarkan keadaan atau hubungan logis antara dua peubah (variable)‏
  2. Pernyataan yang dapat diuji. Peubah (variable) dapat diukur dan dibandingkan
  3. Pernyataan sederhana dan terbatas tetapi cukup jelas serta mudah dimengerti oleh pihak lain
  4. Memberi petunjuk dilakukannya pengamatan dan pengukuran peubah (variable) yang dicantumkan dalam penelitian

Merupakan landasan kerja dalam kegiatan penelitian, kecuali penelitian deskriftif
   
Jenis Hipotesis

  • Hipotesis Alternatif atau kerja atau asli (Ha)‏

Menyatakan ada hubungan antara dua peubah (variable) atau lebih, atau menyatakan adanya perbedaan dalam hal tertentu pada kelompok berbeda

  • Hipotesis Nol atau nilai (Ho)‏

Merupakan ingkaran/berlawanan dari hipotesis alternatif
Hipotesis nol diuji dengan statistik, hipotesis alternatif tidak. Jika dalam pengujian hipotesis alternatif digunakan perhitungan statistik , maka Ho harus dirumuskan lebih dulu. 
Contoh: rumusan Hipotesis nol (Ho)  dan Alternatif (Ha)‏

  • Ho: tidak ada hubungan antara kelebihan produksi dengan perencanaan produksi PT “X” pada tahun 1985
  • Ha: ada hubungan antara kelebihan produksi dengan perencanaan produksi PT “X” pada tahun 1985
  • Ho: Indeks prestasi (IP) mahasiswa pria tidak lebih        tinggi dari          pada IP mahasiswa wanita
  • Ha: Indeks prestasi (IP) mahasiswa pria lebih tinggi dari pada IP mahasiswa wanita
  • Ho: tidak ada perbedaan hasil ikan tambak di desa “Y” antara  peternakl ikan tambak yang mengikuti  penyuluhan cara pembuatan tambak dengan yang tidak mengikuti
  • Ha: Ada perubahan hasil ikan tambak di desa “Y” antara  peternak ikan tambak yang mengikuti penyuluhan cara       pembuatan tambak dengan yang tidak mengikuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar